Kopi : Minuman dari Surga

Teman saya pernah berteori kalau kopi adalah minuman dari surga. Menurutnya–yang tentu saja ngawur–surga pernah terbuka dan biji kopi bertaburan dari sana dan menyebar di bumi. Ia seorang maniak kopi. Sejak umur tiga tahun, ia sudah terbiasa menghabiskan setengah gelas kopi hitam jenis arabika.Kemudian berlanjut menjadi satu gelas ketika memasuki usia sekolah dasar dan ketika remaja, ia kadang-kadang menghabiskan sampai dua gelas kopi per hari. Tetapi belakangan, ia sudah tidak kuat sampai dua gelas. Paling-paling secangkir kopi tiap pagi itupun bukan kopi hitam asli, melainkan dicampur dengan susu atau krimer. Sebab, lambungnya bermasalah sejak lima tahun lalu. Kalau sehari tidak ada kafein yang masuk ke tubuhnya, dia bisa sakko. Sakit karena kopi. Cara dia menikmati kopi, sangat elegan dan berkelas. Seperti bangsawan Prancis menikmati wine nomer satu. Mula-mula ia hirup dulu aroma yang keluar dari uapnya. Kemudian dihirup isinya sedikit-demi sedikit, sambil memejamkan mata. Norak bukan main. Pada saat dia menikmati kopi sambil membaca novel, ia merasa bisa menulis novel yang lebih bagus daripada novel yang ia baca sekarang. Ide dan ispirasi menari-nari di tempurung kepalanya. Kalau sambil mendengarkan musik, ia merasa kalau ia sendiri pencipta sekaligus penyanyinya. Kalau sambil lihat istri tetangga ia merasa kalau ia suaminya. Sory bercanda he…he…
Tetapi apa sih hebatnya kopi sampai membuat manusia melayang-layang segitu hebohnya? Ini dia kawan, yang paling bertanggungjawab atas semua kekacauan (baca :ketenangan) yang terjadi : kafein.
Kafein(rumus kimianya Rumus kimianya ialah C6 H10 N4 O2) ialah senyawa kimia yang dijumpai secara alami di dalam makanan contohya biji kopi, teh, biji kelapa, buah kola (Cola nitida), guarana, dan maté. Ia terkenal dengan rasanya yang pahit dan berlaku sebagai perangsang sistem saraf pusat, jantung, dan pernafasan. Kafein juga bersifat diuretik (dapat dikeluarkan melalui air kencing). Walupun terdapat di beberapa makanan, tapi rata-rata orang mengenal kafein ada di dalam kopi. Ya, kopi adalah minuman, yang berasal dari biji tanaman kopi yang dipanggang. Saat ini kopi merupakan komoditas nomor dua yang paling banyak diperdagangkan setelah minyak bumi. Bukan main-main.Total 6,7 juta ton kopi diproduksi dalam kurun waktu 1998-2000 saja. Diperkirakan pada tahun 2010, produksi kopi dunia akan mencapai 7 juta ton per tahun ( menurut data FAO ). Kopi merupakan sumber utama kafein. Pantas saja. Sejarah kopi dapat ditelusuri jejaknya dari sekitar abad ke-9, di dataran tinggi Ethiopia. Dari sana lalu menyebar ke Mesir dan Yaman, dan kemudian pada abad limabelas menjangkau lebih luas ke Persia, Mesir, Turki dan Afrika utara. Dari dunia Muslim, kopi menyebar ke Eropa, di mana minuman ini menjadi populer selama abad ke-17. Orang Belanda adalah yang pertama kali mengimpor kopi dalam skala besar ke Eropa, dan pada suatu waktu menyelundupkan bijinya pada tahun 1690, karena tanaman atau biji mentahnya tidak diijinkan keluar kawasan Arab. Ini kemudian berlanjut pada penanaman kopi di Jawa oleh orang Belanda. Ada dua spesies dari tanaman kopi; Arabika adalah kopi tradisional, dan dianggap paling enak rasanya, Robusta memiliki kafein yang lebih tinggi dapat dikembangakan dalam lingkungan di mana Arabika tidak akan tumbuh, dan membuatnya menjadi pengganti Arabika yang murah. Robusta biasanya tidak dinikmati sendiri, dikarenakan rasanya yang pahit dan asam. Robusta kwalitas tinggi biasanya digunakan dalam beberapa campuran espresso. Kopi Robusta merupakan keturunan beberapa spesies kopi, terutama Coffea canephora. Tumbuh baik di ketinggian 400-700 m dpl, temperatur 21-24° C dengan bulan kering 3-4 bulan secara berturut-turut dan 3-4 kali hujan kiriman. Kualitas buah lebih rendah dari Arabika dan Liberika. Kopi arabika (Coffea arabica) tumbuh di daerah dengan ketinggian 700-1700 m dpl, suhu 16-20 ° C, beriklim kering 3 bulan/tahun secara berturut-turut. Kopi arabika peka terhadap penyakit HV, terutama bila ditanam di daerah kurang dari 500 dpl.
Ada satu jenis kopi yang paling maknyus yang berasal dari sejenis musang yang bernama musang luwak atau nama latinnya Paradoxurus hermaphroditus dan di Malaysia dikenal sebagai musang pulut. Hewan ini juga dipanggil dengan berbagai sebutan lain seperti musang (nama umum, Betawi), careuh (Sunda), luak atau luwak (Jawa), serta common palm civet, common musang, house musang atau toddy cat dalam bahasa Inggris. Kopi jenis ini berasal dari kotoran binatang tersebut. Mula-mulsa binatang ini memakan buah kopi matang. Karena yang bisa dicerna oleh lambung luwak hanya kulitnya yang manis, ketika dikeluarkan, biji kopi masih utuh. Menggumpal seperti kacang dibalut coklat. Sangat mengundang selera. Dulu kalau saya keluyuran nutur (mencari biji kopi yang jatuh) di kebun kopi, saya sering menemukan gumpalan-gumpalan seperti ini. Serasa dapat dapat durian runtuh. Waktu itu saya tidak tahu kalau kotoran luak ini bernilai ekonomis tinggi. Karena proses pencernaannya yang sedemikian rupa, rasanya jadi unik. Biji kopi yang dimakan mengalami proses fermentasi selama +12 jam dalam perut luwak yang mengandung berbagai macam enzim. Biji tersebut kemudian keluar bersama kotoran pada proses ekskresi.Kopi yang dikais dari kotoran luwak ini bisa mencapai harga US$100 per 450 gram. Sebuah harga yang menggiurkan. Tapi sayang populasi luwak belakangan sudah mulai berkurang. Sehingga ada yang menangkarkannya untuk mendapatkan kopi sekualitas kopi luwak liar yaitu PTPN XII.
Oke sekarang kembali ke kafein. Ini dia artikel yang saya comot dari wikipedia: Kenapa kafein begitu menyenangkan bagi otak?. Kafein mengurung reseptor adenosin di otak. Adenosin ialah senyawa nukleotida yang berfungsi mengurangi aktivitas sel saraf saat tertambat pada sel tersebut. Seperti adenosin, molekul kafein juga tertambat pada reseptor yang sama, tetapi akibatnya berbeda. Kafein tidak akan memperlambat aktivitas sel saraf/otak sebaliknya menghalang adesonin untuk berfungsi. Dampaknya aktivitas otak meningkat dan mengakibatkan hormon epinefrin dirembes. Hormon tersebut akan menaikkan detak jantung, meninggikan tekanan darah, menambah penyaluran darah ke otot-otot, mengurangi penyaluran darah ke kulit dan organ dalam, dan mengeluarkan glukosa dari hati. Tambahan, kafein juga menaikkan permukaan neurotransmitter dopamine di otak.

Kafein dapat dikeluarkan dari otak dengan cepat, tidak seperti alkohol atau perangsang sistem saraf pusat yang lain. Tambahan lagi, kafein tidak mengganggu fungsi mental tinggi dan tumpuan otak. Pengambilan kafein secara berkelanjutan akan menyebabkan badan menjadi toleran dengan kehadiran kafein. Oleh itu, jika pengambilan kafein diberhentikan (proses ini dinamakan “penarikan” atau “tarikan”), badan menjadi terlalu sensitif terhadap adenosin menyebabkan tekanan darah turun secara mendadak yang seterusnya mengakibatkan sakit kepala dan sebagainya. Kajian terbaru menyebutkan kafeina dapat mengurangi risiko penyakit Parkinson, tetapi hal itu masih belum memerlukan kajian mendalam.

Terlalu banyak kafein dapat menyebabkan intoksikasi kafein (yaitu mabuk akibat kafein). Antara gejala penyakit ini ialah keresahan, kerisauan, insomnia, keriangan, muka merah, kerap kencing (diuresis), dan masalah gastrointestial. Gejala-gejala ini bisa terjadi walaupun hanya 250 mg kafein yang diambil. Jika lebih 1 g kafeina diambil dalam satu hari, gejala seperti kejangan otot (muscle twitching), kekusutan pikiran dan perkataan, aritmia kardium (gangguan pada denyutan jantung) dan bergejolaknya psikomotor (psychomotor agitation) bisa terjadi. Intoksikasi kafein juga bisa mengakibatkan kepanikan dan penyakit kerisauan.

Walaupun masih aman bagi manusia, kafein, teofilin, dan teobromin lebih beracun bagi sebagian hewan seperti kucing dan anjing karena perbedaan dari segi metabolisme hati. Jadi kalau mau ngopi, jangan ajak-ajak kucing dan anjing anda ya. Bisa mati dia. Mending ajak-ajak saya saja.
Dikutip seperlunya dari: Wikipedia.

Leave a comment

Filed under Artikel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s