Kopi : Minuman dari Surga

Teman saya pernah berteori kalau kopi adalah minuman dari surga. Menurutnya–yang tentu saja ngawur–surga pernah terbuka dan biji kopi bertaburan dari sana dan menyebar di bumi. Ia seorang maniak kopi. Sejak umur tiga tahun, ia sudah terbiasa menghabiskan setengah gelas kopi hitam jenis arabika.Kemudian berlanjut menjadi satu gelas ketika memasuki usia sekolah dasar dan ketika remaja, ia kadang-kadang menghabiskan sampai dua gelas kopi per hari. Tetapi belakangan, ia sudah tidak kuat sampai dua gelas. Paling-paling secangkir kopi tiap pagi itupun bukan kopi hitam asli, melainkan dicampur dengan susu atau krimer. Sebab, lambungnya bermasalah sejak lima tahun lalu. Kalau sehari tidak ada kafein yang masuk ke tubuhnya, dia bisa sakko. Sakit karena kopi. Cara dia menikmati kopi, sangat elegan dan berkelas. Seperti bangsawan Prancis menikmati wine nomer satu. Mula-mula ia hirup dulu aroma yang keluar dari uapnya. Kemudian dihirup isinya sedikit-demi sedikit, sambil memejamkan mata. Norak bukan main. Pada saat dia menikmati kopi sambil membaca novel, ia merasa bisa menulis novel yang lebih bagus daripada novel yang ia baca sekarang. Ide dan ispirasi menari-nari di tempurung kepalanya. Kalau sambil mendengarkan musik, ia merasa kalau ia sendiri pencipta sekaligus penyanyinya. Kalau sambil lihat istri tetangga ia merasa kalau ia suaminya. Sory bercanda he…he…
Tetapi apa sih hebatnya kopi sampai membuat manusia melayang-layang segitu hebohnya? Ini dia kawan, yang paling bertanggungjawab atas semua kekacauan (baca :ketenangan) yang terjadi : kafein.
Kafein(rumus kimianya Rumus kimianya ialah C6 H10 N4 O2) ialah senyawa kimia yang dijumpai secara alami di dalam makanan contohya biji kopi, teh, biji kelapa, buah kola (Cola nitida), guarana, dan maté. Ia terkenal dengan rasanya yang pahit dan berlaku sebagai perangsang sistem saraf pusat, jantung, dan pernafasan. Kafein juga bersifat diuretik (dapat dikeluarkan melalui air kencing). Walupun terdapat di beberapa makanan, tapi rata-rata orang mengenal kafein ada di dalam kopi. Ya, kopi adalah minuman, yang berasal dari biji tanaman kopi yang dipanggang. Saat ini kopi merupakan komoditas nomor dua yang paling banyak diperdagangkan setelah minyak bumi. Bukan main-main.Total 6,7 juta ton kopi diproduksi dalam kurun waktu 1998-2000 saja. Diperkirakan pada tahun 2010, produksi kopi dunia akan mencapai 7 juta ton per tahun ( menurut data FAO ). Kopi merupakan sumber utama kafein. Pantas saja. Sejarah kopi dapat ditelusuri jejaknya dari sekitar abad ke-9, di dataran tinggi Ethiopia. Dari sana lalu menyebar ke Mesir dan Yaman, dan kemudian pada abad limabelas menjangkau lebih luas ke Persia, Mesir, Turki dan Afrika utara. Dari dunia Muslim, kopi menyebar ke Eropa, di mana minuman ini menjadi populer selama abad ke-17. Orang Belanda adalah yang pertama kali mengimpor kopi dalam skala besar ke Eropa, dan pada suatu waktu menyelundupkan bijinya pada tahun 1690, karena tanaman atau biji mentahnya tidak diijinkan keluar kawasan Arab. Ini kemudian berlanjut pada penanaman kopi di Jawa oleh orang Belanda. Ada dua spesies dari tanaman kopi; Arabika adalah kopi tradisional, dan dianggap paling enak rasanya, Robusta memiliki kafein yang lebih tinggi dapat dikembangakan dalam lingkungan di mana Arabika tidak akan tumbuh, dan membuatnya menjadi pengganti Arabika yang murah. Robusta biasanya tidak dinikmati sendiri, dikarenakan rasanya yang pahit dan asam. Robusta kwalitas tinggi biasanya digunakan dalam beberapa campuran espresso. Kopi Robusta merupakan keturunan beberapa spesies kopi, terutama Coffea canephora. Tumbuh baik di ketinggian 400-700 m dpl, temperatur 21-24° C dengan bulan kering 3-4 bulan secara berturut-turut dan 3-4 kali hujan kiriman. Kualitas buah lebih rendah dari Arabika dan Liberika. Kopi arabika (Coffea arabica) tumbuh di daerah dengan ketinggian 700-1700 m dpl, suhu 16-20 ° C, beriklim kering 3 bulan/tahun secara berturut-turut. Kopi arabika peka terhadap penyakit HV, terutama bila ditanam di daerah kurang dari 500 dpl.
Ada satu jenis kopi yang paling maknyus yang berasal dari sejenis musang yang bernama musang luwak atau nama latinnya Paradoxurus hermaphroditus dan di Malaysia dikenal sebagai musang pulut. Hewan ini juga dipanggil dengan berbagai sebutan lain seperti musang (nama umum, Betawi), careuh (Sunda), luak atau luwak (Jawa), serta common palm civet, common musang, house musang atau toddy cat dalam bahasa Inggris. Kopi jenis ini berasal dari kotoran binatang tersebut. Mula-mulsa binatang ini memakan buah kopi matang. Karena yang bisa dicerna oleh lambung luwak hanya kulitnya yang manis, ketika dikeluarkan, biji kopi masih utuh. Menggumpal seperti kacang dibalut coklat. Sangat mengundang selera. Dulu kalau saya keluyuran nutur (mencari biji kopi yang jatuh) di kebun kopi, saya sering menemukan gumpalan-gumpalan seperti ini. Serasa dapat dapat durian runtuh. Waktu itu saya tidak tahu kalau kotoran luak ini bernilai ekonomis tinggi. Karena proses pencernaannya yang sedemikian rupa, rasanya jadi unik. Biji kopi yang dimakan mengalami proses fermentasi selama +12 jam dalam perut luwak yang mengandung berbagai macam enzim. Biji tersebut kemudian keluar bersama kotoran pada proses ekskresi.Kopi yang dikais dari kotoran luwak ini bisa mencapai harga US$100 per 450 gram. Sebuah harga yang menggiurkan. Tapi sayang populasi luwak belakangan sudah mulai berkurang. Sehingga ada yang menangkarkannya untuk mendapatkan kopi sekualitas kopi luwak liar yaitu PTPN XII.
Oke sekarang kembali ke kafein. Ini dia artikel yang saya comot dari wikipedia: Kenapa kafein begitu menyenangkan bagi otak?. Kafein mengurung reseptor adenosin di otak. Adenosin ialah senyawa nukleotida yang berfungsi mengurangi aktivitas sel saraf saat tertambat pada sel tersebut. Seperti adenosin, molekul kafein juga tertambat pada reseptor yang sama, tetapi akibatnya berbeda. Kafein tidak akan memperlambat aktivitas sel saraf/otak sebaliknya menghalang adesonin untuk berfungsi. Dampaknya aktivitas otak meningkat dan mengakibatkan hormon epinefrin dirembes. Hormon tersebut akan menaikkan detak jantung, meninggikan tekanan darah, menambah penyaluran darah ke otot-otot, mengurangi penyaluran darah ke kulit dan organ dalam, dan mengeluarkan glukosa dari hati. Tambahan, kafein juga menaikkan permukaan neurotransmitter dopamine di otak.

Kafein dapat dikeluarkan dari otak dengan cepat, tidak seperti alkohol atau perangsang sistem saraf pusat yang lain. Tambahan lagi, kafein tidak mengganggu fungsi mental tinggi dan tumpuan otak. Pengambilan kafein secara berkelanjutan akan menyebabkan badan menjadi toleran dengan kehadiran kafein. Oleh itu, jika pengambilan kafein diberhentikan (proses ini dinamakan “penarikan” atau “tarikan”), badan menjadi terlalu sensitif terhadap adenosin menyebabkan tekanan darah turun secara mendadak yang seterusnya mengakibatkan sakit kepala dan sebagainya. Kajian terbaru menyebutkan kafeina dapat mengurangi risiko penyakit Parkinson, tetapi hal itu masih belum memerlukan kajian mendalam.

Terlalu banyak kafein dapat menyebabkan intoksikasi kafein (yaitu mabuk akibat kafein). Antara gejala penyakit ini ialah keresahan, kerisauan, insomnia, keriangan, muka merah, kerap kencing (diuresis), dan masalah gastrointestial. Gejala-gejala ini bisa terjadi walaupun hanya 250 mg kafein yang diambil. Jika lebih 1 g kafeina diambil dalam satu hari, gejala seperti kejangan otot (muscle twitching), kekusutan pikiran dan perkataan, aritmia kardium (gangguan pada denyutan jantung) dan bergejolaknya psikomotor (psychomotor agitation) bisa terjadi. Intoksikasi kafein juga bisa mengakibatkan kepanikan dan penyakit kerisauan.

Walaupun masih aman bagi manusia, kafein, teofilin, dan teobromin lebih beracun bagi sebagian hewan seperti kucing dan anjing karena perbedaan dari segi metabolisme hati. Jadi kalau mau ngopi, jangan ajak-ajak kucing dan anjing anda ya. Bisa mati dia. Mending ajak-ajak saya saja.
Dikutip seperlunya dari: Wikipedia.

Leave a comment

Filed under Artikel

coffee_and_blogSaya ingin memberitahu sahabat (yg belum tahu) bahwa kandungan kafein dalam teh lebih besar daripada kopi. Kalau tidak percaya searching saja di mbah google. Dan jangan terlalu sering minum teh atau kopi karena kafein itu sifatnya membuat orang kecanduan dan kurang baik untuk kesehatan jika berlebihan.

Saya ingin mengajak sahabat untuk berbicara suatu yang efiesin dan efektif dalam membuat teh dan kopi. Efisien dalam artian sahabat dengan sedikit bubuk kopi atau teh menjadi minuman yang nikmat. Efektif dalam artian sahabat dapat mengambil sari pati teh dan kopi secara maksimal atau tidak mubadzir.

Mungkin sahabat sudah tahu tips ini, jika sudah tahu tips ini, sahabat bisa belajar kimia-nya (alasannya). Ayo sahabat belajar kimia lagi yuk..Yuuuuk..
Tipsnya sebagai berikut:

1. Siapkan cangkir atau gelas yang berwarna putih atau porselin di dalamnya karena putih memantulkan panas, sebaliknya warna gelap akan menyerap panas. Sehingga nantinya air panas akan efektif dan efisien dalam melarutkan bubuk kopi atau teh.
2. Siapkan air yang mendidih, bubuk kopi/teh dan gula.
3. Ambil bubuk kopinya secukupnya ke dalam cangkir porselin.
4. Tuangkan air panas ke dalam cangkir porselin yang sudah ada bubuk kopi atau tehnya. (ingat tahap penambahan gula belum).
5. Aduklah sebentar dan tutup gelas. Biarkan beberapa saat, beri kesempatan air panas itu untuk melarutkan si bubuk kopi atau tehnya.
6. Jika sudah (sesuai selera) tambahkan gula secukupnya atau sesuai selera.
7. Jadi dech…Siap menikmati..

Inti dari tips ini adalah penambahan gula “diakhirkan” bukan ditambahkan secara bersamaan dengan bubuk kopi. Bagian ini yang paling penting dalam pembahasan ini yaitu mengapa penambahan gula “diakhirkan”..Saatnya belajar KIMIA :) . Begini alasannya, ini merupakan sifat koligatif larutan. Jika larutan atau air ditambahkan suatu zat maka titik didihnya akan mengalami penurunan titik didih. Donk gak ya? :) . Contohnya gini, misal air mendidih suhunya 100 derajat celcius, jika ditambahkan gula (atau zat lain) maka suhu titik didihnya kurang dari 100 derajat celcius. Kalau gak percaya coba aja di dapur :). Kasus ini biasanya diterapkan dalam membuat kopi atau teh tersebut. Jika gula dicampurkan dalam kopi/teh secara bersamaan maka panas dari air itu akan menurun alhasil sari kopi/teh-nya gak begitu maksimal.

Sifat koligatif lainnya, salah satunya adalah penurunan titik beku (kebalikan dari yang di atas). Kasus ini diterapkan sama pak penjual es keliling. Supaya es tetap dingin dan tidak mencair maka termosnya atau wadahnya diberi es batu ditambah garam, mengapa gak gula? cos gula lebih mahal dari pada garam..hehehe. Bagian ini hanya untuk menambah pengetahuan saja.. :D
Moga bermanfaat..

kopi-kali1

Leave a comment

Filed under Artikel

Kopi Toraja Jepang-Indonesia, Serupa Tapi Tak Sama

torHmm… harum kopi menggelitik hidung setiap pengunjung yang melewati Toarco Toraja di Indonesia Japan Expo 2008 di Pekan Raya Jakarta pada Minggu (2/11) siang ini. Godaan itu seolah menyihir kaki untuk melangkah masuk ke stan produsen kopi tersebut.

Begitu memasukinya, Kompas.com disambut oleh sejumlah petugas berdasi yang menawarkan sebuah gelas kertas kecil berwarna hijau. Ternyata gelas tersebut berisi minuman kopi yang habis beberapa tegukan. Meski tak banyak, namun dari jarak 20 cm, aroma khas kopi langsung tercium dari dalam gelas.

Lidahpun tergerak mencicipi kopi Toraja berwarna gelap yang masih panas itu. Hmmm… maknyuss rasanya, beda dengan kopi yang biasa dijual bebas di Indonesia. Padahal, kopi arabica ini asli dari tanah Toraja. Namun, kenapa kopi tersebut terasa lebih ringan, lebih harum, dan ada rasa sepat yang kentara?

Menurut Assistant General Manager Key Coffee Inc, Hiroyuki Yoshihashi, kunci perbedaan rasa yang dihasilkan ada pada cara pengolahan dan penyajian kopi. “Jika di Indonesia diolahnya dengan menggoreng sampai hitam, kami mengolahnya hanya dengan menggorengnya hingga matang. Menggoreng sampai hitam, itu menghilangkan karakter asam kopi. Padahal, aroma harum itu dihasilkan dari rasa asam yang tertinggal,” ujar Yoshihashi, kepada Kompas.com, saat ditemui di stan Toarco Toraja, Minggu (2/11).

Menurut dia, cita rasa kopi internasional justru bersumber pada rasa asamnya dan itu tidak dimiliki oleh kopi keruh milik Indonesia. Oleh karena itu, Key Coffee berusaha memperbaiki kualitas kopi Indonesia dengan mengubah cara pengolahannya dan mengatur kalorinya menggunakan komputer saat menggoreng.

Untuk cara penyajiaannya, kopi asal Toraja buatan Jepang ini disaring menggunakan kertas saring terlebih dulu sebelum diminum. “Ini untuk menyaring ampas, sehingga kopi tidak keruh, lebih ringan, dan rasa asamnya keluar,” ujar Yoshihashi.

Di stan tersebut juga disediakan kopi Toraja yang disajikan menggunakan kebiasaan di Indonesia. Namun, kopi tersebut tidak banyak dilirik pengunjung. Menurut mereka, keharuman kopi Toraja Jepang lebih tahan lama di mulut, seperti yang diungkapkan salah satu pengunjung Suharto (55). “Rasa khasnya sulit diungkapkan dengan kata-kata. Kopi arabika ini, aroma taste-nya lebih menang. Setelah minum, taste-nya itu lebih terasa lama.

Sayang, kopi ini dijual dengan harga yang relatif mahal dibanding kopi pada umumnya. Sebungkus kopi paling murah dijual Rp20.000 dan hanya dijual di toko khusus makanan Jepang.

Sumber :KOMPAS ONLINE

kopi-kali1

2 Comments

Filed under Uncategorized

Enam Alasan Minum Kopi Di Pagi Hari

a-cup-of-coffeeBanyak orang tidak bisa memulai kegiatannya tanpa meminum kopi di pagi hari terlebih dahulu, namun begitu sering kita mendengar bila kafein tidak baik untuk kita, dan bagaimana meminum kopi dapat menyebabkan masalah pada kesehatan kita. Dalam kenyataannya, kopi mempunyai banyak keuntungan bagi kesehatan, kini saatnya kita mulai mengenalinya. Berikut enam sebab utama bagi kita untuk terus meminum kopi (atau mulai) meminumnya setiap hari!
Menurunkan resiko diabetes tipe-2

Siapa dapat menduga bila minuman sesederhana kopi dapat memberikan keuntungan yang menakjubkan bagi kesehatan? Ternyata, dengan meminum kopi dapat mengurangi resiko diabetes tipe dua. Menurut Sid Kirchheimer dari WebMD, semakin banyak kopi yang diminum, semakin baik hasil yang diperoleh. Bahkan, Universitas Harvard telah melakukan riset tentang manfaat kopi bagi kesehatan selama 18 tahun, dengan menganalisa data dari sekitar 126 ribu orang. Hasilnya, dengan meminum kopi 1-3 cangkir sehari dapat mengurangi resiko terkena diabetes hingga 10 persen, sedangkan dengan meminum kopi 6 cangkir atau lebih dapat mengurangi resiko pria dari serangan diabetes tipe dua sebesar 54 persen, sedangkan untuk wanita dapat berkurang 30 persen. Ini argumen bagus untuk ungkapan “satu poci kopi sehari”, ungkapan bagi orang yang ketagihan minum kopi setiap harinya.
Mengurangi Resiko Penyakit Parkinson dan Lainnya

Enam kelompok studi lain menemukan bahwa peminum kopi yang meminum kopi dengan teratur dapat mengurangi resiko terkena Parkinson lebih dari 80 persen. Menurut Thomas DePaulis, Phd, seorang ilmuwan dari Vanderbilt University’s Institute for Coffee Studies, menyatakan, semakin banyak meminum kopi, diperoleh hasil yang semakin baik. Nampaknya bagi mereka yang tidak meminum kopi, juga memiliki resiko terkena kanker kolon, sirosis hati, bahkan batu empedu! Penelitan terbaru lainnya menunjukkan bahwa kopi dapat memberi keuntungan bagi kesehatan jantung, mengurangi resiko penyakit jantung sampai 53 persen.
Mengimbangi Kebiasaan Jelek Lainnya

kopi-kaliKopi tidak hanya memiliki efek yang bagus bagi tubuh dalam hal melawan penyakit, namun juga dapat membantu untuk mengimbangi atau memutar balik resiko yang diakibatkan oleh kebiasaan buruk. Menurut Thomas DePaulis, “Perokok dan peminum berat akan memiliki resiko lebih rendah terkena penyakit jantung dan gangguan liver bila mereka memiliki kebiasaan minum kopi secara teratur dibandingkan mereka yang tidak minum kopi.”
Dapat Membantu Mengobati Penyakit

Ada bukti yang menunjukkan bahwa kopi dapat membantu mencegah serangan asma dan bahkan dapat mengaturnya di saat kekurangan obat tradisional. Juga, kopi sangat bermanfaat dalam mengobati sakit kepala, khususnya migrain, dan penelitian menunjukkan bahwa orang yang minum kopi meningkatkan perlindungan terhadap rongga perutnya sendiri.
Mengurangi Berat Badan

Tersedianya anti-oksidan alami dalam kopi, dapat membantu Anda menurunkan berat badan. Fakta baru lain, yang baru-baru ini ditemukan oleh Fulgencio Saura-Calixto dan M. Elena Diaz-Rubio dalam ACS’ Journal of Agricultural and Food Chemistry, menemukan bahwa kopi bubuk masak dapat menjadi sumber serat yang baik, setiap cangkir mengandung hampir 2 gram serat yang mudah larut. Kebanyakan orang yang menjalani diet sangat sadar akan manfaat serat dalam hal pengurangan berat badan. Menurut penelitian, “kandungan serat yang terdapat pada kopi bubuk masak lebih tinggi dibandingkan minuman umum lain seperti anggur maupun jus jeruk.” Jadi, mari kita minum kopi, saudara-saudara! Tapi hindari gula!
Membantu Kita Mengontrol Depresi

Kopi telah membuktikan dapat membantu mengatur maupun menanggulangi depresi. Sebagian, tentu saja, karena kandungan kafein membuat kita tetap sadar, yang dapat mengurangi perasaan depresi, namun mungkin juga berhubungan dengan tingkat oksidan yang terkandung dalam secangkir kopi. Sebenarnya, suatu penelitian dari Brazil baru-baru ini menunjukkan bahwa bahkan anak-anak dapat meminum kopi dalam jumlah yang sesuai dengan usianya untuk mengatasi depresi. Kenyataannya, dalam penelitian menunjukkan sejumlah kecil kopi (1-2 cangkir sehari) sesungguhnya memiliki manfaat bagi kesehatan anak-anak, meskipun pernyataan sebelumnya menyatakan bahwa meminum kopi dapat menghambat pertumbuhan seseorang.

Ada lebih banyak manfaat minum kopi bagi kesehatan dan tampaknya mereka jauh lebih bermanfaat dibandingkan resiko yang didapatkan. Jadi berhentilah merasa bersalah dan nikmatilah secangkir kopi Anda di pagi hari! Jika suatu saat ada seseorang yang mengatakan kepada Anda bahwa Anda meminum kopi terlalu banyak atau Anda semestinya berhenti meminumnya, sampaikan fakta-fakta diatas kepada mereka. Saya tahu Anda akan mengatakannya! (EpochTimes/Whs)

Sumber : Helium.com

http://www.associatedcontent.com

Leave a comment

Filed under Artikel

Mencintai Kopi dengan Hati

2430098597_f0c9a41a79_bDi tengah derasnya gempuran warung kopi internasional di Indonesia, kehadiran Anomali Coffee serasa memberikan angin sejuk untuk mempertahankan keberadaan kopi anak negeri.

Anda tidak akan menemukan warung kopi ini di mal, tetapi di sebuah bangunan sederhana berlantai dua di pinggiran jalan Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Tidak ada yang mencolok dari warung kopi yang digawangi Agam dan Irvan itu, kecuali papan nama kecil yang mudah membuat orang melewatkannya.

Saya pun nggak ‘ngeh’ saat mencari Anomali, sehingga harus menyisiri kembali jalan Senopati untuk menemukannya. Kami datang menjelang petang, waktu yang pas untuk menikmati kopi sambil bercengkerama dengan teman.

Dengan konsep gudang kopi yang cozy, membuat saya betah berlama-lama. Di ruangan yang berdinding bata merah saya bisa melihat keseluruhan proses pembuatan kopi, mulai dari biji kopi mentah hingga menjadi bubuk.

“Biji kopi yang disajikan di adalah Freshly Roasted Beans sehingga karakteristik rasa dari biji-biji kopi tersebut selalu terjaga dalam kondisi maksimal,” terang Irvan yang memanggang sendiri biji-biji kopi ini.

Setiap minggunya, ia dan Agam memanggang dua kilo biji kopi mentah dari setiap jenis kopi yang berbeda. Ada tujuh jenis kopi Arabika yang disajikan. Java Jampit, Toraja Kalosi, Aceh Gayo Organik, Sumatera Lintong, Sumatera Mandailing, Bali Kintamani dan Papua Wamena. Semuanya dengan kualitas premium (dihasilkan dari panenan yang sama, spesies dan ukuran yang sama).

Bukan tanpa alasan kedua sahabat ini memilih lebih Arabika ketimbang Robusta. Arabika adalah primadona di dunia perkopian karena kualitasnya yang superior disamping kandungan kafeinnya lebih rendah daripada Robusta.

“Kami ingin kopi Arabika Indonesia bisa bersaing dengan kopi sejenis di dunia. Setelah ini sukses, baru kami akan mempromosikan kopi Robusta,” imbuh Agam.

Memanggang biji kopi dengan baik juga bukan perkara gampang. Butuh waktu tiga bulan untuk menghasilkan kualitas kopi yang premium. Irvan lalu bercerita, saat pertama memanggang di mesin Coffe Roaster yang khusus didatangkan dari Turki, seluruh biji kopi yang ia panggang gosong. “Asap yang keluar juga banyak banget sampai ke jalan, jadi dikira kebakaraan,” aku Irvan.

Terbukti usaha keras keduanya tidak sia-sia. Anomali Coffee kini menjadi alternatif bagi para penikmat kopi Indonesia. Setiap hari, apalagi weekend, pengunjung harus rela mengantri agar bisa menikmati aneka sajian kopi di gerai yang dibuka pada Juli 2007.

Untuk memanggangnya, dibutuhkan waktu selama 12-15 menit dengan suhu sekitar 185-195 derajat Celcius, kopi didinginkan dan dimasukkan ke dalam freezer selama satu hari. Hal ini untuk menghilangkan minyak yang dihasilkan dari panggangan dan kesegaran kopi tetap terjaga. Barulah biji-biji kopi yang sudah matang ini siap dijadikan bubuk kopi yang bisa bertahan selama tiga bulan.

Penasaran, saya mencoba kopi terbaru, Wamena Coffee. Konon kopi ini berasal dari benih kopi serupa dengan Jamaica Blue Mountain Coffee, one of the best coffee in the world.

Well, saya memang belum pernah merasakan si hitam dari Blue Mountain, tetapi saya akui kopi Wamena ini memang lain, sangat spesial. Tidak terlalu kental, tidak terlalu pahit dan juga meninggalkan after taste rasa asam yang lembut. Berbeda dengan kopi Toraja atau Sumatra yang lebih kental dan strong, meski keduanya sama-sama sedap.

Bagi yang tidak suka rasa original, ada banyak pilihan. Black Forrest Latte (campuran antara Anomali Espresso Blend, susu, sirup coklat dan rasberry), Orange Honey Kissed (campuran antara Anomali Espresso Blend, susu, orange peel dan madu) atau Crème Brule (campuran antara Anomali Espresso Blend, vanilla, susu).

Sebagai pendamping minuman kopi-kopi yang nikmat ini, ada berbagai jenis makanan. Turkey Cranberry Sandwich (pilihan roti ciabatta atau foccacia dengan irisan daging kalkun, sayuran diolesi dengan cranberry sauce dan mayonnaise), Anomali Club Sandwich ( pilihan roti toasted double decker white bread atau whole wheat dengan irisan daging kalkun, beef bacon, sayuran diolesi dengan mayonnaise), Chocolate Melt Cupcake atau Lemon Cupcake.

Tak terasa malam mulai menjelang. Saya pun harus menyudahi obrolan ngalor ngidul saya dengan Agam dan Irvan, dua anak muda yang mencintai kopi dengan hati….

sumber : http://www.kompas.com

kopi-kali1

1 Comment

Filed under Artikel

Awas, Kopi Bisa Hilang dari Muka Bumi!

kopi-hilangLONDON, SENIN - Direktur Eksekutif Organisasi Kopi Internasional (International Coffee Organization/ICO ) Nestor Osorio memperkirakan  dalam lima tahun ke depan persediaan kopi dunia akan semakin menurun.

Pandangan Nestor Osorio itu disampaikan pada seminar yang diadakan dalam rangkaian pameran Trieste Espresso Expo 2008 di kota Trieste Utara Italia, demikian Atase Pertanian KBRI Roma Erizal Sodikin, kepada Antara di London, Senin (17/11).

Menurut Osorio, penyebab menurunnya produksi kopi, antara lain semakin mahalnya harga produksi pertanian seperti pupuk, pestisida serta tenaga kerja, menyebabkan produksi kopi dunia semakin sulit meningkat, bahkan bisa jadi menurun.

Di sisi lain, terjadi peningkatan konsumsi kopi dunia, yang tidak saja terjadi di negara importir kopi tetapi juga di penghasil kopi seperti Brasil, India, dan Indonesia, ujarnya.

kopi-kalibendo1Sementara itu, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Jember Surip Mawardi  salah satu pembicara dalam seminar tersebut mengatakan bahwa laju konsumsi kopi Indonesia mencapai 3 persen per tahunnya.

Berdasarkan data dari ICO, konsumsi kopi dunia pada 2005 mencapai 118 juta karung, satu karung sama dengan 60 kg. Lalu, pada 2006 meningkat menjadi 121 juta karung. Pada 2007 menjadi 125 juta karung dan pada 2008 diperkirakan 128 juta karung.
Peluang pasar

Menanggapi ramalan ini, Erizal Sodikin, Atase Pertanian KBRI Roma berpendapat, informasi ini merupakan kesempatan emas bagi Indonesia untuk mengisi pangsa pasar.

Karena, kata dia, produktivitas kopi Indonesia masih relatif sangat rendah, yaitu sekitar 850 kg/hektare. Sementara, di banyak negara produktivitas tanaman kopinya sudah di atas 1 ton/hektare. Bahkan, di beberapa negara bisa mencapai 1,5 ton/hektare, di samping masih tersedianya lahan potensial untuk tanaman kopi.

Menanggapi pertanyaan sejauh mana dampak krisis keuangan dunia terhadap permintaan kopi, Osorio berpendapat bahwa masalah ini belum bisa dipastikan. Namun, diakuinya krisis tidak akan berpengaruh mengingat kecilnya sharing pengeluaran rumah tangga untuk minum kopi.

Selama ini suplai kopi tetap terjamin dengan harga yang masih terjangkau dan perdagangan kopi tetap menarik dan tidak terpengaruh krisis finansial global, katanya.

Pembicara yang tampil dalam Seminar Internasional yang mengambil tema “The Rise in World Consumption and the Future of Coffee Production: a Critical Balance” ini, selain dari Brasil dan Indonesia, juga wakil dari Vietnam, India, dan Guatemala.

Presiden Asosiasi Kopi Trieste  Vincenzo Sandalj yang yang perusahaannya juga mengimpor kopi Indonesia bertindak sebagai moderator, demikian  Atase Pertanian KBRI Roma  Erizal Sodikin.

Sumber http://www.kompas.com

Leave a comment

Filed under Artikel

Cara Meminum Kopi

kopi-kalibendoPada prinsipnya kita harus memaksimalkan sensasi yang ditimbulkan oleh indera perasa dan penciuman kita. Kopi jangan diminum, jangan diseruput, tapi dihirup. Pada waktu kopi menyentuh bibir bawah anda, hirup aromanya sambil masukkan kopi ke mulut hingga menyebar merata ke atas lidah kita. Dengan cara itu kita memaparkan kopi semaksimal mungkin ke syaraf pendeteksi rasa dalam mulut sekaligus mengirimkan aroma ke indera penciuman sehingga otak mendapatkan informasi yang lengkap tentang kopi yang kita minum.

Leave a comment

Filed under Artikel